Sabtu, 21 April 2012

Seminar (Part 2)

Persiapan Seminar




Suatu seminar yang efektif perlu direncanakan sebaik-baiknya. Sebagai pedoman, dapat diikuti mekanisme sebagai berikut:

1. Penentuan topik dan tujuan

Sebelum seminar diselenggarakan, perlu ditentukan terlebih dahulu topik atau masalah yang akan diseminarkan. Dalam penentuan topik atau tema tersebut perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  • Topik hendaknya menarik perhatian peserta (masyarakat);
  • Topik dapat merangsang masyarakat untuk ingin mengetahui sesuatu.
2. Penentuan waktu dan tempat.

Waktu seminar sebaiknya dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa sejarah dan naisonal, umpamanya: Bulan Bahasa, Hari Ibu, Hari Pendidikan Nasional. Jika seminar itu berskala kecil, penentuan waktu perlu diperhatikan, sehingga dapat dihadiri oleh para peserta. Mengenai penentuan tempat hendaknya diperhatikan masalah transportasi, kapasitas, biaya, dan akomodasi.

3. Persiapan Fasilitas.

Segala kebutuhan atau fasilitas bagi kelancaran seminar hendaknya dipersiapkan sebaik-baiknya, seperti:

  • Tempat duduk yang memadai;
  • Cahaya yang cukup terang dan sirkulasi udara yang menyegarkan dalam ruangan;
  • Alat-alat peraga (visual dan audio visual) yang diperlukan;
  • Publikasi.

Senin, 16 April 2012

Seminar (Part 1)


Pengertian Seminar

Seminar adalah suatu pertemuan sekelompok para ahli yang membahas suatu topik dengan menampilkan beberapa makalah di bawah pimpinan seoran gmoderator. Penyajian makalah tersebut diiringi dengan tanya jawab, pembahasan, dan dicarikan perumusannya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,

seminar ialah pertemuan atau persidangan untuk membahas usatu masalah di bawah pimpinan ketua sidang (guru besar, para ahli, dan sebagainya).
Seminar merupakan salah satu bentuk diskusi ilmiah yang membahas suatu masalah. Masalah dalam seminar mempunyai ruang lingkup yang terbatas dan tertentu. Pembahasan masalah tersebut biasanya disampaikan oleh beberapa ahli. Sementara itu, peserta berperan untuk menyampaikan pertanyaan, ulasan, dan pembahasan sehingga menghasilkan pemahaman tentang suatu masalah. Seminar pada dasarnya sama dengan diskusi, tetapi seminar lebih bersifat formal dan menghadirkan seorang pembicara serta mendiskusikan masalah yang lebih umum.

Masalah yang dibahas dalam seminar mempunyai ruang lingkup yang terbatas dan tertentu. Misalnya seminar tentang penerapan bahasa Indonesia, seminar tentang meningkatkan apresiasi sastra siswa SMA, dan lain-lain.

Masalah-masalah tersebut dibahas dalam suatu seminar sehingga didapat solusi pemecahan dari masalah atau topik yang diseminarkan. Oleh karena itu, peserta seminar terdiri dari orang-orang yang berkecimpung dalam masalah tersebut, sehingga dapat memberikan pandangan dan pendapat yang tepat dalam pemecahan masalah. Tujuan utama seminar harus diakhiri dengan kesimpulan atau keputusan-keputusan baik berupa usul, saran, resolusi maupun rekomendasi.

Suatu seminar yang efektif perlu direncanakan dengan sebaik-baiknya. Sebagai pedoman dapat diikuti mekanisme berikut.
  1. Penentuan topik dan tujuan;
  2. Penentuan waktu dan tempat; dan
  3. Persiapan fasilitas,
Penyelenggaraan seminar sebaiknya diinformasikan kepada masyarakat atau peserta, terutama mengenai:
  1. Tujuan seminar diselenggarakan;
  2. Tema atau topik yang akan dibahas;
  3. Persyaratan para peserta;
  4. Waktu pendaftaran peserta;
  5. Peserta yang bersedia menjadi pemrasaran.

Berdasarkan informasi tersebut para peserta harus mempersiapkan diri untuk mengikuti seminar dalam rangka partisipasi dan menyukseskan seminar tersebut.

Minggu, 15 April 2012

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara


Bahasa Indonesia dinyatakan kedudukannya sebgai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945 karen pada saat itu Undang-Undang Dasar 1945 disahkan sebgai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa Bahasa negara ialah bahasa Indonesia (Bab XV, Pasal 36).

Dengan berlakunya Undang-Undang Dasar 1945, bertambah pula kedudukan bahasa Indonesia, yaitu sebagai bahasa negara dan bahasa resmi. Dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia dipakai dalam segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenegaraan, baik secara lisan maupun tulis. Dokumen-dokumen, undang-undang, peraturan-peraturan, dan surat-menyurat yang dikeluarkan oleh pemerintah dan instansi kenegaraan lainnya ditulis dalam bahasa Indonesia. Pidato-pidato kenegaraan ditulis dan diucapkan dengan bahasa Indonesia. Hanya dalam kondisi tertentu saja, demi komunikasi internasional (antarbangsa dan antarnegara), kadang-kadang pidato kenegaraan ditulis dan diucapkan dengan bahasa asing, terutama bahasa inggris. Warga masyarakat pun dalam kegiatan yang berhubungan dengan upacara dan peristiwa kenegaraan harus menggunakan bahasa Indonesia. Untuk melaksanakan fungsi sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia perlu dijadikan salah satu faktor yang menentukan dalam pengembangan ketenagaan, baik dalam penerimaan karyawan atau pegawai baru, kenaikan pangkat, maupun pemberian tugas atau jabatan tertentu pada seseorang. Fungsi ini haris diperjelas dalam pelaksanaannya sehingga dapat menambah kewibawaan bahasa Indonesia.

Dalam kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi, bahasa Indonesia bukan saja dipakai sebagai alat komunikasi timbal balik antara pemerintah dan masyarakat luas, dan bukan saja dipakai sebagaik alat perhubungan antardaerah dan antarsuku, tetapi juga dipakai sebagai alat perhubungan formal pemerintah dan kegiatan atau peristiwa formal lainnya. Misalnya, surat-menyurat antarinstansi pemerintah, penataran para pegawai pemerintah, lokakarya masalah pembangunan nasional, dan surat dari karyawan atau pegawai instansi pemerintah. Dengan kata lain, apabila pokok persoalan yang dibicarakan menyangkut masalah nasional dan dala situasi formal, berkecenderungan menggunakan bahsa Indonesia. Apalagi, di antara pelaku komunikasi tersebut terdapat jarak sosial yang cukup jauh, misalnya antara bahawam - atasan, mahasiswa - dosen, kepala dinas - bupati atau walikota, kepala desa - camat, dan sebagainya.

Kebangkita nasional telah mendorong perkembangan bahasa Indonesia dengan pesat. Peranan kegiatan politik, perdagangan, oersuratkabaran, dan majalah sangat besar dalam memodernkan bahasa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Selasa, 10 April 2012

Sejarah Bahasa Indonesia (Part 2)


Informasi dari seorang ahli sejarah Cina, I-Tsing, yang belajar agama Budha di Sriwijaya, antara lain, menyatakan bahwa di Sriwijaya ada bahasa yang bernama Koen-louen (I-Tsing:63,159), Kou-luen (I-Tsing:183), K'ouen-louen (Ferrand, 1919), Kw'enlun (Alisjahbana, 1971:1089). Kun'lun (Parnikel, 1977:91), K'un-lun (Prentice, 1078:19), yang berdampingan dengan Sansekerta. Yang dimaksud Koen-luen adalah bahasa perhubungan (lingua francia) di Kepulauan Nusantara, yaitu bahasa Melayu.

Perkembangan dan pertumbuhan bahasa Melayu tampak makin jelas dari peninggalan kerajaan Islam, baik yang berupa batu bertulis, seperti tulisan pada batu nisan di Minye Tujoh, Aceh, berangka tahun 1380 M, maupun hasil susastra (abad ke-16 dan ke-17), seperti Syair Hamzah Fansuri, Hikayat Raja-Raja Pasai, Sejarah Melayu, Tajussalatin, dan Bustanussalatin.

Bahasa Melayu menyebar ke pelosok Nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah Nusantara. Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarpekerjaan karena bahasa Melayu tidak mengenal tingkat tutur.

Bahasa Melayu dipakai di mana-mana di wilayah Nusantara serta makin berkembang dan bertambah kukuh keberadaannya. Bahasa Melayu yang dipakai di daerah di wilayah Nusantara dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa Melayu meresap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa. Bahasa Melayu pun dalam perkembangannya muncul dalam berbagai variasi dan dialek.

Perkembangan bahasa Melayu di wilayah Nusantara mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia. Komunikasi antarperkumpulan yang bangkit pada masa itu menggunakan bahasa Melayu. Para pemuda Indonesia yang bergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia (Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928).

Peristiwa-peristiwa penting berkaitan dengan perkembangan bahasa Indonesia di antaranya :
  1. Pada tahun 1901 disusunlah ejaan resmi bahasa Melayu oleh Ch. A. van Ophuijsen dan dimuat dalam Kitab Logat Melayu.
  2. Pada tahun 1908 pemerintah mendirikan sebuah bada penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat), yang kemudian pada tahun 1917 ia diubah menjadi Balai Pustaka. Balai itu menerbitkan buku-buku novel seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan, buku-buku penuntun bercocok tanam, penuntun memelihara kesehatan, yang tidak sedikit membantu penyebaran bahasa Melayu di kalangan Masyarakat.
  3. Tanggal 28 Oktober 1928 merupakan saat-saat yang paling menentukan dalam perkembangan bahasa Indonesia karena pada tanggal itulah para pemuda pilihan mamancangkan tonggak yang kukuh untuk perjalanan bahasa Indonesia.
  4. Pada tahun 1933 secara resmi berdirilah sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya sebagai Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana dan kawan-kawan.
  5. Pada tarikh 25-58 Juni 1938 dilangsungkanlah Kongres Bahasa Indonesia 1 di Solo. Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia saat itu.
  6. Pada tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah Undang-Undang Dasar RI 1945, yang salah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
  7. Pada tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan Ejaan Republik (Ejaan Soewandi) sebagai pengganti Ejaan van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya.
  8. Kongres Bahasa Indonesia 2 di Medan pada tarikh 28 Oktober s.d. 2 November 1954 juga salah satu perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara.
  9. Pada tanggal 16 Agustus 1972 H.M. Soeharto, Presiden Republik Indonesia, meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan di hadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No. 57, tahun 1972.
  10. Pada tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara).
  11. Kongres Bahasa Indonesia 3 yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober s.d. 2 November 1978 merupakan peristiwa penting bagi kehidupan bahasa Indonesia. Kongres yang diadakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 ini selain memperlihatkan kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan bahasa Indonesia sejak 1928, juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia.
  12. Kongres bahasa Indonesia 4 diselenggarakan di Jakarta pada tarikh 21-26 November 1983. Ia diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-55. Dalam putusannya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam Garis-garis Besar Haluan Negara, yang mewajibkan kepada semua warga negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, dapat tercapai semaksimal ungkin.
  13. Kongres bahasa Indonesia 5 di Jakarta pada tarikh 28 Oktober s.d. 3 November 1988. Ia dihadiri oleh kira-kira tujuh ratus pakar bahasa Indonesia dari seluruh Nusantara (sebutan bagi negara Indonesia) dan peserta tamu dari negara sahabat seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Belanda, Jerman, dan Australia. Kongres itu ditandatangani dengan dipersembahkannya karya besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pecinta bahasa di Nusantara, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
  14. Kongres bahasa Indonesia 6 di Jakarta pada tarikh 28 Oktober s.d. 2 November 1993. Pesertanya sebanyak 770 pakar bahasa dari Indonesia dan 53 peserta tamu dari mancanegara meliputi Australia, Brunei Darussalam, Jerman, Hongkong, India, Italia, Jepang, Rusia, Singapura, Kore Selatan, dan Amerika Serikat. Kongres mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia.
  15. Kongres bahasa Indonesia 7 diselenggarakan di Hotel Indonesia, Jakarta pada tanggal 26-30 Oktober 1998. Kongres itu mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa dengan ketentuan sebagai berikut : - Keanggotaannya terdiri dari tokoh masyarakat dan pakaar yang mempunyai kepedulian terhadap bahasa dan sastra. - Tugasnya memberikan nasihat kepada Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa serta mengupayakan peningkatan status kelembagaan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
  16. Kongres Bahasa Indonesia 8. Kongres ini diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 14 - 17 Oktober 2003.

Sejarah Bahasa Indonesia (Part 1)


Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu termasuk rumpun bahasa Austronesia yang telah digunakan sebgagai lingua franca di Nusantara sejak abad-abad awal penanggalan modern, paling tidak dalam bentuk informalnya. Bentuk bahasa sehari-hari ini sering dinamai dengan istilah Melayu Pasar. Jenis ini sangat lentur sebab sangat mudah dimengerti dan ekspresif, dengan toleransi kesalahan sangat besar dan mudah menyerap istilah-istilah lain dari berbagai bahasa yang digunakan para penggunanya.

Selain Melayu Pasar terdapat pula istilah Melayu Tinggi. Pada masa lalu bahasa Melayu Tinggi digunakan kalangan keluarga kerajaan di sekitar Sumatera, Malaya, dan Jawa. Bentuk bahasa ini lebih sulit karena penggunaannya sangat halus, penuh sindiran, dan tidak seekspresif bahasa Melayu Pasar. Pemerintah kolonial Belanda yang menganggap kelenturan Melayu Pasar mengancam keberadaan bahasa dan budaya. Belanda berusaha meredamnya dengan mempromosikan bahasa Melayu Tinggi, di antaranya dengan penerbitan karya sastra dalam Bahasa Melayu Tinggi oleh Balai Pustaka. Tetapi Bahasa Melayu Pasar sudah terlanjur diambil oleh banyak pedagang yang melewati Indonesia.

Penamaan istilah "Bahasa Melayu" sudah dilakukan pada masa sekitar 683-686 M, yaitu angka tahun yang tercantum pada beberapa prasasti berbahasa Melayu Kuno dari Palembang dan Bangka. Prasasti-prasasti ini ditulis dengan aksara Pallawa atas perintah raja Kerajaan Sriwijaya, kerajaan maritim yang berjaya pada abad ke-7 dan ke-8. Wangsa Syailendra juga meninggalkan beberapa prasasti Melayu Kuno di Jawa Tengah. Keping Tembaga Laguna yang ditemukan di dekat Manila juga menunjukkan keterkaitan wilayah itu dengan Sriwijaya.

Awal penamaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Di sana, pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, dicanangkanlah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk negara Indonesia pascakemerdekaan. Soekarno tidak memilih bahasanya sendiri, Jawa (yang sebenarnya juga bahasa mayoritas pada saat itu), namun beliau memilih Bahasa Indonesia yang beliau dasarkan dari Bahasa Melayu yang diturunkan di Riau.

Bahasa Melayu Riau dipilih sebagai bahasa persatuan Negara Republik Indonesia atas beberapa pertimbangan sebagai berikut :

  1. Jika bahasa Jawa digunakan, suku-suku bangsa atau puak (golongan) lain di Republik Indonesia akan merasa dijajah oleh suku Jawa yang merupakan puak (golongan) mayoritas di Republik Indonesia.
  2. Bahasa Jawa jauh lebih sukar dipelajari dibandingkan dengan bahasa Melayu Riau. Ada tingkatan bahasa halus, biasa, dan kasar yang digunakan untuk orang yang berbeda dari segi usia, derajat, ataupun pangkat. Bila pengguna kurang memahami budaya Jawa, ia dapat menimbulkan kesan negatif yang lebih besar.
  3. Bahasa Melayu Riau dipilih, dan bukan Bahasa Melayu Pontianak, atau Banjarmasin, atau Samarinda, atau Maluku, atau Jakarta (Betawi), ataupun Kutai, dengan pertimbangan pertama suku Melayu berasal dari Riau, Sultan Malaka yang terakhirpun lari ke Riau selepas Malaka direbut oleh Portugis. Kedua, sebagai lingua franca, Bahasa Melayu Riau yang sedikit terkena pengaruh misalnya dari bahasa Tionghoa Hokkien, Tio Ciu, Ke, ataupun dari bahasa lainnya.
  4. Pengguna bahasa Melayu bukan hanya terbatas di Republik Indonesia. Pada tahun 1945, pengguna bahasa Melayu selain Republik Indonesia adalah Malaysia, Brunei, dan Singapura. Pada saat itu, dengan menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan, diharapkan di negara-negara kawasan seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura bisa ditumbuhkan semangat patriotik dan nasionalisme negara-negara jiran di Asia Tenggara.

Dengan memilih bahasa Melayu Riau, para pejuang kemerdekaan bersatu seperti pada masa Islam berkembang di Indonesia, namun kali ini dengan tujuan persatuan dan kebangsaan. Bahasa Indonesia yang sudah dipilih ini kemudian distandarisasi (dibakukan) lagi dengan nahu (tata bahasa), dan kamus baku juga diciptakan. Hal ini sudah dilakukan pada zaman Penjajahan Jepang.

Keputusan Kongres Bahasa Indonesia II tahun 1945 di Medan, antara lain, menyatakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang sejak zaman dulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan (lingua francia) bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara.

Bahasa Melayu mulai dipakai di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7. Bukti yang menyatakan itu ialah dengan ditemukannya prasasti di Kedukan Bukit berangka tahun 683 M (Palembang), Talang Tuwo berangka tahun 684 M (Palembang), Kota Kapur berangka 686 M (Bangka Barat), dan Karang Brahi berangka tahun 688 M (Jambi). Prasasti itu bertuliskan huruf Pranagari berbagasa Melayu Kuna. Bahasa Melayu Kuna itu tidak hanya dipakai pada zaman Sriwijaya karena di Jawa Tengah (Gandasuli) juga ditemukan prasasti berangka tahun 832 M dan di Bogor ditemukan prasasti berangka tahun 942 M yang juga menggunakan bahasa Melayu Kuna.

Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku pelajaran agama Budha. Bahasa Melayu juga dipakai sebagai bahasa perhubungan antarsuku di Nusantara maupun sebagai bahasa yang digunakan terhadap para pedagang yang datang dari luar Nusantara.

Lanjutan : Sejarah Bahasa Indonesia (Part 2)

Minggu, 14 November 2010

2011 Yamaha YZF-R1


Key Features:

  • The YZF-R1 garnered the prestigious award as the 2009 Motorcycle of the Year from Motorcyclist Magazine. The YZF-R1 was chosen for its MotoGP®- inspired engine and chassis technology, and for its luxurious fit and finish.
  • Back for 2011, the YZF-R1 is the only production motorcycle with a crossplane crankshaft. Crossplane technology, first pioneered in MotoGP® racing with the M1, puts each piston 90° from the next, with an uneven firing interval of 270°- 180°- 90°- 180°. This uneven order does an amazing thing… it actually lets power build more smoothly. That means smooth roll-on delivery out of the corners, with outstanding tractability, followed by very strong high rpm power. It’s a feeling that’s simply unmatched, like having two engines in one: the low-rpm torquey feel of a twin with the raw, high-rpm power of an inline four. This breakthrough technology on the YZF-R1 represents a paradigm shift in both technology and performance.
  • This R1 keeps all the technological superiorities developed for its predecessor: YCC-TTM (Yamaha Chip Controlled Throttle) is MotoGP® inspired fly-by-wire technology used to deliver instant throttle response. YCC-I® is Yamaha Chip Controlled Intake which is a variable intake system that broadens the spread of power. The fuel injection system provides optimum air/fuel mixtures for maximum power and smooth throttle response.
  • The R1 features Yamaha D-MODE (or drive mode) with rider-selectable throttle control maps to program YCC-T performance characteristics for riding conditions. The standard map is designed for optimum overall performance. The “A” mode lets the rider enjoy sportier engine response in the low- to mid-speed range, and the “B” mode offers response that is somewhat less sharp for riding situations that require especially sensitive throttle operation. Switching maps is as easy as pushing a button on the handlebar switch.
  • In keeping with this machine’s exceptional cornering ability and crisp handling, the aluminum frame has been designed to offer exceptional rigidity balance. The rear frame is lightweight Controlled-Fill die-cast magnesium, contributing the optimum mass centralization. Suspension includes SOQI front forks which use one of the tricks developed for our winning MotoGP® bikes: independent damping. The left fork handles compression damping and the right side handles the rebound damping. And the rear shock adopts bottom linkage for optimum suspension characteristics.
  • The bodywork does more than add break-away-from-the-crowd styling with its more serious, less busy look. The side fairing is smooth for a sleek appearance. And, instead of the usual four-bulb headlight design, the R1 has only two projector-type bulbs mounted closer to the nose of the bike. This positions ram air ducts closer in for a more compact, smooth look. In addition, the rounded lenses are unique to the supersport industry.


Engine:

  • Crossplane crankshaft technology proven in victory after victory on MotoGP® machines provides a high-tech uneven firing interval. Unlike typical inline-four engine design, where the two outer and two inner pistons move together in pairs with 180° intervals, the crossplane crankshaft has each connecting rod 90° with a unique firing order of 270° – 180° – 90° – 180°. This overcomes the inherent fluctuations in inertial torque during each engine revolution, and the accompanying peaky torque characteristics. Instead, combustion torque continues to build, giving the rider more linear throttle response with awesome power and traction out of the corners.
  • To maximize rider comfort as well as power output, the engine adopts a coupling-type balancer that rotates in the opposite direction as the crankshaft.
  • This engine features forged aluminum pistons to take maximum advantage of the power characteristics. Titanium intake valves are lightweight.
  • A forced-air intake system is adopted to increase intake efficiency by using the natural airflow during riding to pressurize the air in the air box. This contributes to outstanding power delivery characteristics in the high-speed range, while the design also helps to minimize intake noise.
  • Slipper-type back torque-limiting clutch greatly facilitates braking/downshifting from high speed.
  • The exhaust system is meticulously designed to enhance engine output while, thanks to its three-way catalyst technology, also reducing exhaust emissions. The silencer is a single expansion type, and the sound coming through from the unique crossplane crankshaft-equipped engine is unlike any other inline-four cylinder production supersport.
  • This fuel-injected engine takes full advantage of YCC-T (Yamaha Chip Controlled Throttle), the MotoGP®-inspired fly-by-wire technology used to deliver instant throttle response. There’s also YCC-I, Yamaha Chip Controlled Intake, the variable intake system that broadens the spread of power. Fuel injectors have 12 holes for optimum fuel atomization that translates to the most power from every fuel charge.
  • Have it your way, thanks to Yamaha D-MODE (or “Drive Mode”) variable throttle control. There are three modes that control how YCC-T responds to throttle input from the rider. The selectable “A” mode puts more emphasis on engine response in low to midrange rpm. “B” mode, on the other hand, provides less sharp response to input for riding situations that require especially sensitive throttle operation. The standard map is designed for optimum overall performance. Selecting the map you want is as easy as pressing a button on the handlebars.

Chassis/Suspension:

  • The frame has a combination of uncompromising rigidity where needed along with carefully achieved flex for the precise rigidity balance this bike needs to give the rider the full benefit of its handling and engine characteristics. It is a sophisticated combination of Controlled-Fill die-cast, stamping, and gravity casting… the exact technology needed for each portion of this advanced frame.
  • SOQI front forks take a page from the championship-winning design of our MotoGP® weapon, the M1. Since both forks always move together, compression damping duties can be confined to the left fork, while rebound damping is precisely handled by the right fork, reducing oil cavitation.
  • The SOQI rear shock features both high and low speed compression damping plus an easy-to-use screw hydraulic adjustment for preload. This unit also adopts a pillow-ball-type joint for exceptional shock absorption, road hold feeling, and damper response. To achieve maximum performance, a bottom linkage is used to work with the rest of the chassis refinements for brilliant, crisp handling characteristics.

  • Factory racers get machines tailored to their preferences. Welcome to the club. R1 has adjustable footrests, with a 15mm height and 3mm front-to-rear adjustment.

  • The press-formed fuel tank has a shape developed using 3-D simulation analysis technology. The elongated shape of the tank allows it to fit neatly within the frame in a way that promotes concentration of mass.


Additional Features:

  • The instrumentation includes everything a rider wants to know, including gear position.

Specs:




Rabu, 23 Juni 2010

Take Advantage Of Motorcycle Lights For Your Motorcycles

The invention of the motorcycle lights was a real technological progress that changed the production of bikes around the world. There are many models and sizes for motorcycle lights, because the designs for this fast means of transportation have a great variety too. Their several types are incorporated in bike design in order to meet the road traveling standards. There should be front, trial lighters and blinkers on the back.


The front motorcycle lights provide visibility during a ride; such lighting systems include a base and a cover over it. There are considerable technological differences between the various accessories and bike lighting systems available. Most modern designs include high intensity driving lighters or HID. You can recognize them by the white blue colors. Lots of advantages come with the use of such bulbs: they are very long lasting, the power consume is very low and the brightness provided resembles daylight.


HID motorcycle lights throw light very far ahead, and in terms of quality, they are very similar to halogen ones. Before you buy a bike, it is incredibly important to check the lighting. People make the mistake of thinking that all these systems are the same. The functions have changed with the use of led lighters in these vehicles, and while in traditional designs you have the yellow-white and red colors for braking, stopping or turning, in modern bikes lighting systems have artistic functions too.


LED motorcycle lights are more and more popular. They are not affected by vibrations, they include waterproof features and they can be mounted on different parts of the bike: the seats, the fuel tank or the headlight. Bikers consider that the different colors in their lighters enhance the beauty of the vehicle, adding character and expressing something of their personality. Do not look at the aesthetic function only, it is very important to check the technical specifications for the motorcycle lights that you buy.


The motorcycle lights should have a very good charging system. Whenever you notice that one of the lighting systems is in a poor condition, you should replace it right away. Take all the safety norms into consideration so that you ride in optimal conditions. New developments appear all the time, and you can constantly make improvements to the lighting system used on your bike. Special attention is required with customization because many mistakes are reported due to amateurish installation. Do not overlook such aspects and ask for professional help if you can not handle the installation challenges!

SOURCE

Selasa, 22 Juni 2010

Motorcycle Apparel - 4 Key Apparel Items For Every Motorcycle Outfit

Motorcycle apparel is a very popular shopping category that contains a number of items that many are shopping for in order to get themselves equipped for the riding season. There are a number of different items within the category of motorcycle apparel that will benefit you this year and will be a great investment for you before you head out on your motorcycle for those long journeys.



Motorcycle Jackets

One of the most important pieces of apparel is the motorcycle jacket which helps keep you warm and also helps protect your arms and torso from road rash if the leather is thick enough and the quality is high enough. Leather motorcycle jackets are available in a number of different styles and are available in a wide range of prices so you'll be sure to find a jacket that will fit your budget.

Leather Chaps

Another great piece of the puzzle, leather chaps also help keep you warm by protecting your legs from the cold temps and cool winds while you're riding on your motorcycle. Leather chaps also help protect your legs from any debris that may come flying off the road. There are also a number of different styles available, and most chaps come in the same high quality leather that motorcycle jackets are available in. Want a little extra warmth' You may want to consider purchasing a pair of lined chaps which will contain a little more insulation to provide more warmth for you on those cold rides.

Leather Vests

If you're looking to add a little more style to your entire wardrobe, then you would also enjoy a nice leather motorcycle vest which would help provide an extra layer of insulation to your outfit at the same time. Leather motorcycle vests can be made of a number of different materials including cowhide leather, buffalo leather, or lambskin. Vests can come with or without laces and the same for pockets, they can have multiple pockets or none at all.

Leather Motorcycle Gloves

One final piece of motorcycle apparel that is worth mentioning is the motorcycle gloves, which are an important piece of apparel that can be used to help protect your hands from the cold and flying dirt and debris while riding on your motorcycle. Leather motorcycle gloves can come in a number of different styles including fingerless, full finger, padded, mesh, and more. Not only do gloves keep your hands warm and protect them from debris, but they also protect them from painful chaffing that typically is experience after holding onto the handlebars for an extended period of time. Gloves help keeps your hands comfortable.

Source

Kamis, 17 Juni 2010

Motorcycle Helmet Mohawks - The Perfect Accessory For Any Helmet



The motorcycle helmet is one of the most visible pieces of equipment that the motorcyclists wears on every ride that is taken, and sometimes riders want to be able to show off a little by sporting the latest and greatest accessories. One of the hottest items on the market today are the motorcycle helmet Mohawks for a number of reasons including the fact that they can add a little more color and creativity to the helmet, they allow the rider to express themselves more, and they don't cost a lot of money and are high quality items.

The helmet Mohawk is one item that can really help spice up your helmet if you've got just the basic flat black coloring or a minimal amount of graphics. Helmet Mohawks are available in a wide range of colors including red, orange, purple, green, blue, and yellow, just to name a few. This great item can help add the much needed life to your plain old helmet. Chances are you're not happy about having to wear the helmet in the first place, so the helmet Mohawk will give a reason to be excited about putting on the helmet when you head out for a ride.

One reason that your excitement level will increase when you put on your helmet with the newly attached helmet Mohawk is that it gives you a sense of individuality, or a little more attitude to your rider persona. This great item will help you stick out of the crowd a little better in order to let everyone feel your presence.

Motorcycle helmet Mohawks are fairly inexpensive which means that they can be easily purchased without a lot of commitment on your part as far as budget goes. You can typically find these items in the range of $25 to $30 depending on the style of Mohawk that you are looking at buying, and you can typically find them online pretty easily.

Helmet Mohawks are attached to the helmet with suction cups and most Mohawks that you find out there will have enough holding power to remain attached in high winds so you won't have to worry about them falling off.

If you've been wanting to add a little extra to your motorcycle helmet, but just aren't sure what you want to do with it yet, you may want to consider the helmet Mohawk as your first option. You'll be happy with the way that it makes your helmet stand out in a crowd.

source

Minggu, 11 April 2010

Membuat Program Sederhana dengan VB6



Program satu ini merupakan program dimana kita menginput data nilai yang kemudian secara otomatis program akan menghasilkan output berupa pernyataan, “Lulus”, atau “Tidak Lulus”.

Private Sub Command1_Click()

If Text1.Text >= 60 Then

Text2.Text = "Lulus"

Else

Text2.Text = "Tidak Lulus"

End If

End Sub

Private Sub Command2_Click()

Unload Me

End Sub


Sama seperti program sebelumnya (No.1) hanya saja, program satu ini menambahkan grade di tiap nilai yang kita Input jadi hanya menambahkan codingan ini di commandbutton1.

If Text1.Text >= 80 Then

Text3.Text = "A"

ElseIf Text1.Text >= 70 Then

Text3.Text = "B"

ElseIf Text1.Text >= 60 Then

Text3.Text = "C"

ElseIf Text1.Text >= 30 Then

Text3.Text = "D"

Else

Text3.Text = "E"

End if


program iseng-iseng yang lumayan untuk belajar VB.6,

selamat mencoba..


Selasa, 02 Februari 2010

Diskusi

Pengertian Diskusi
Diskusi berasal dari kata bahasa Latin : discutere, yang berarti membeberkan masalah. Dalam arti luas diskusi berarti memberikan jawaban atas pertanyaan atau pembicaraan serius tentang suatu masalah objektif. Dalam arti sempit, diskusi berarti tukar menukar pikiran yang terjadi didalam kelompok kecil atau kelompok besar.

Tujuan Diskusi
Tujuan diskusi yaitu untuk menyampaikan informasi tentang suatu objek kepada suatu kelompok dan mendiskusikan tanggapan terhadap informasi tersebut sehingga tercapailah keinginan untuk memperkaya, menyempurnakan, atau mengubah pendapat perorangan tentang suatu masalah atau topik menjadi pendapat kelopok yang lebih lengkap dan sempurna.

Tipe-tipe Kelompok Diskusi

Diskusi Panel
Diskusi ini melibatkan sekelompok kecil peserta yang melakukan pembicaraan secara informal tentang suatu topik tertentu yang sebelumnya telah diselidiki dengan teliti oleh para peserta diskusi. Sebuah panel biasanya dipimpin oleh seorang moderator, dan interaksinya bersifat spontan. Akan tetapi sebelumnya telah direncanakan. Para panelis dapat sling memotong pembicaraan dan kelompok bebas untuk megadakan penyimpangan dari topik dan pola yang telah ditetapkan, akan tetapi karena perencanaan yang sedemikian rupa, hadirin maupun peserta diharapkan teteap akan memperoleh pengalaman yang hidup dn bermanfaat.

Simposium
Simposium terdiri dari serangkaian presentasi yang disampaikan secara singkat tetapi formal berkaitan dengan suatu tema atau topik. Sesudah presentasi formal, para anggota simposium diperkenankan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan para peserta atau mengadakan suatu panel diskusi di antara mereka sendiri.

Forum
Forum biasanya menyediakan suatu jangka waktu bagi keikutsertaan hadirin. Hadirin diperkenankan menyampaikan pandangan mereka, saling mengajukan pertanyan seperti halnya dalam panel, atau terlibat dalam diskusi umum. Forum sering merupakan bagian dari suatu diskusi panel atau simposium dan biasaynya dipimpin oleh seorang moderator.

Seminar
Suatu seminar terdiri dari seorang atau sekelompok ahli yang bertugas menjawab pertanyaan-pertanyaan hadirin atau mungkin pers. Para ahli tersebut sebelumnya tidak diberitahukan mengenai pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan tetapi, biasanya mereka menguasai topik-topik yang dibicarakan.

Komite
Istilah "komite" biasanya digunakan untuk kelompok diskusi yang telah diberi tugas atau tanggung jawab khusus oleh suatu organisasi yang lebih besar atau oleh pejabat yang berwenang.

Konferensi
Apabila wakil-wakil dari berbagai organisasi berkumpul untuk membicarakan masalah-masalah tertentu, maka pertemuan tersebut disebut konferensi. Konferensi juga dapat diartikan sebagai pertemuan antra dua individu yang membahas masalah penting.

Diskusi Kasus
Diskusi kasus biasanya diadakan untuk tujuan pengajaran yaitu diskusi tentang suatu kasus yang disampaikan secara tertulis atau lisan. Kasus yang dibahas biasanya mengenai suatu keadaan nyata atau hipotesis yang dalam beberapa hal berhubungan dengan materi yang akan dipelajari kelompok.

Kelompok Pembahas
Apabila hadirin dipecah dalam kelompok-kelompok tatap muka yang kecil, dan diminta untuk mebahas suatu topik, maka kelompok-kelompok kecil ini disebut "buzz group". Tiap-tiap kelompok kemudian menunjuk seorang sebagai juru bicara untuk menyampaikan kesimpulan-kesimpulan yang dicapai.

Dialog
Apabila dua orang diminta untuk mendiskusikan suatu topik di depan hadirin, interaksinya disebut dialog.

Meja-bundar
Istilah "meja bundar" diberikan untuk suatu diskusi di antara individu-individu yang diundang berkumpul melingkari suatu meja yang berbentuk bundar untuk membicarakan atau memecahkan masalah selama waktu tertentu, sementara orang-orang yang bukan peserta duduk di luar lingkaran meja bundar dan mengamati.

Jumat, 29 Januari 2010

Operator

Operator Penugasan
Operator Penugasan (Assignment operator) dalam bahasa C berupa tanda sama dengan (“=”). Contoh :

nilai = 80;
A = x * y;
Artinya : variable “nilai” diisi dengan 80 dan variable “A” diisi dengan hasil perkalian antara x dan y.

Operator Aritmatika
Bahasa C menyediakan lima operator aritmatika, yaitu :

♦ * : untuk perkalian
♦ / : untuk pembagian
♦ % : untuk sisa pembagian (modulus)
♦ + : untuk pertambahan
♦ - : untuk pengurangan

Catatan : operator % digunakan untuk mencari sisa pembagian antara dua bilangan.
Misalnya :
9 % 2 = 1
9 % 3 = 0
9 % 5 = 4
9 % 6 = 3

Contoh Program 1 :














Contoh Program 2 :












Operator Hubungan (Perbandingan)
Operator Hubungan digunakan untuk membandingkan hubungan antara dua buah operand (sebuah nilai atau variable. Operator hubungan dalam bahasa C :










Operator Logika

Jika operator hubungan membandingkan hubungan antara dua buah operand, maka operator logika digunakan untuk membandingkan logika hasil dari operator-operator hubungan.

Operator logika ada tiga macam, yaitu :
♦ && : Logika AND (DAN)
♦ || : Logika OR (ATAU)
♦ ! : Logika NOT (INGKARAN)

Operator Bitwise
Operator bitwise digunakan untuk memanipulasi bit-bit dari nilai data yang ada di memori.

Operator bitwise dalam bahasa C :
♦ << : Pergeseran bit ke kiri ♦ >> : Pergeseran bit ke kanan
♦ & : Bitwise AND
♦ ^ : Bitwise XOR (exclusive OR)
♦ | : Bitwise OR
♦ ~ : Bitwise NOT

Operator Unary
Operator Unary merupakan operator yang hanya membutuhkan satu operand saja. Dalam
bahasa C terdapat beberapa operator unary, yaitu :













Catatan Penting !
:
Operator peningkatan ++ dan penurunan -- jika diletakkan sebelum atau sesudah operand
terdapat perbedaan. Perhatikan contoh berikut :

Contoh Program 1 :



















Contoh Program 2 :

Deklarasi

Deklarasi diperlukan bila kita akan menggunakan pengenal Identifier dapat berupa variable, konstanta dan fungsi.

Deklarasi Variabel

Bentuk umum pendeklarasian suatu variable adalah :
Nama_tipe nama_variabel;

Contoh :
(identifier) dalam program.
int x; // Deklarasi x bertipe integer
char y, huruf, nim[10]; // Deklarasi variable bertipe char
float nilai; // Deklarasi variable bertipe float
double beta; // Deklarasi variable bertipe double
int array[5][4]; // Deklarasi array bertipe integer
char *p; // Deklarasi pointer p bertipe char

Deklarasi Konstanta

Dalam bahasa C konstanta dideklarasikan menggunakan preprocessor #define. Contohnya :
#define PHI 3.14
#define nim “0111500382”
#define nama “Sri Widhiyanti”

Deklarasi Fungsi

Fungsi merupakan bagian yang terpisah dari program dan dapat diaktifkan atau dipanggil di manapun di dalam program. Fungsi dalam bahasa C ada yang sudah disediakan sebagai fungsi pustaka seperti printf(), scanf(), getch() dan untuk menggunakannya tidak perlu dideklarasikan. Fungsi yang perlu dideklarasikan terlebih dahulu adalah fungsi yang dibuat oleh programmer.

Bentuk umum deklarasi sebuah fungsi adalah :
Tipe_fungsi nama_fungsi(parameter_fungsi);

Contohnya :
float luas_lingkaran(int jari);
void tampil();
int tambah(int x, int y);

Selasa, 26 Januari 2010

Konstanta dan Variable

Konstanta merupakan suatu nilai yang tidak dapat diubah selama proses program berlangsung. Konstanta nilainya selalu tetap. Konstanta harus didefinisikan terlebih dahulu di awal program. Konstanta dapat bernilai integer, pecahan, karakter dan string. Contoh konstanta : 50; 13; 3.14; 4.50005; ‘A’; ‘Bahasa C’. Selain itu, bahasa C juga menyediakan beberapa karakter khusus yang disebut karakter escape, antara lain :

\a : untuk bunyi bell (alert)
\b : mundur satu spasi (backspace)
\f : ganti halaman (form feed)
\n : ganti baris baru (new line)
\r : ke kolom pertama, baris yang sama (carriage return)
\v : tabulasi vertical
\0 : nilai kosong (null)
\’ : karakter petik tunggal
\” : karakter petik ganda
\\ : karakter garis miring


Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu di dalam proses program. Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu tetap, nilai dari suatu
variable bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan. Nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri oleh pemrogram dengan aturan sebagai berikut :

  • Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf. Bahasa C bersifat case-sensitive artinya huruf besar dan kecil dianggap berbeda. Jadi antara nim, NIM dan Nim dianggap berbeda.
  • Tidak boleh mengandung spasi.
  • Tidak boleh mengandung symbol-simbol khusus, kecuali garis bawah (underscore). Yang termasuk symbol khusus yang tidak diperbolehkan antara lain : $, ?, %, #, !, &, *, (, ), -, +, = dsb
  • Panjangnya bebas, tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai.

Contoh penamaan variabel yang benar :
NIM, a, x, nama_mhs, f3098, f4, nilai, budi, dsb.
Contoh penamaan variable yang salah :
%nilai_mahasiswa, 80mahasiswa, rata-rata, ada spasi, penting!, dsb

Sabtu, 23 Januari 2010

Notulen Rapat

Rapat adalah suatu kegiatan berupa pertemuan beberapa orang unutk membicarakan sesuatu. Di dalam rapat biasanya diajukan usul dari anggota rapat, lalu usul tersebut dibicarakan kembali untuk diputuskan bersama-sama oleh anggota rapat di bawah pimpinan rapat. Semua hasil keputusan itu harus diperhatikan oleh anggota rapat.

Supaya hasil keputusan rapat tidak dapat dilupakan dan dapat dipertanggungjawabkan oleh peserta atau pimpinan rapat, selama rapat berlangsung harus ada yang mencatat hal-hal yang dibicarakan selama rapat.

Petugas pencatat tersebut disebut Notulis dan catatan rapat yang dibuatnya disebut Notula. Notulen berasal dari Bahasa Belanda. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, Notulen adalah catatan singkat mengenai jalannya sidang atau rapat serta apa yang dibicarakan dan diputuskannya.

Selama rapat berlangsung Notulis perlu memperhatikan beberapa hal, yaitu :

1. Notulis harus memusatkan perhatian kepada setiap pembicaraan;
2. Setiap pembicaraan dicatat dengan cermat;
3. Mencatat kesimpulan dan keputusan
4. Mengelopokkan hal-hal yang telah dibicarakan secara teratur;
5. Membuat laporan sistematis.

Untuk menjadi seorang Notulis diperlukan kecermatan dalam mengikuti jalannya rapat dan kepandaian menafsirkan serta memilih materi yang tersebar dalam keseluruhan jalannya rapat.

Susunan Notulen rapat yang baik adalah :


Tipe Data

Tipe data merupakan bagian program yang paling penting karena tipe data mempengaruhi setiap instruksi yang akan dilaksanakan oleh computer. Misalnya saja 5 dibagi 2 bisa saja menghasilkan hasil yang berbeda tergantung tipe datanya. Jika 5 dan 2 bertipe integer maka akan menghasilkan nilai 2, namun jika keduanya bertipe float maka akan menghasilkan nilai 2.5000000. Pemilihan tipe data yang tepat akan membuat proses operasi data menjadi lebih efisien dan efektif.












Contoh Program :

#include “stdio.h”
#include “conio.h”
void main()
{ int x;
float y;
char z;
double w;
clrscr(); /* untuk membersihkan layar */
x = 10; /* variable x diisi dengan 10 */
y = 9.45; /* variable y diisi dengan 9.45 */
z = ‘C’; /* variable z diisi dengan karakter “C” */
w = 3.45E+20; /* variable w diisi dengan 3.45E+20 */
printf(“Nilai dari x adalah : %i\n”, x); /* Menampilkan isi variable x */
printf(“Nilai dari y adalah : %f\n”, y); /* Menampilkan isi variable y */
printf(“Nilai dari z adalah : %c\n”, z); /* Menampilkan isi variable z */
printf(“Nilai dari w adalah : %lf\n”, w); /* Menampilkan isi variable w */
getch(); }


Rabu, 20 Januari 2010

Menulis Laporan

Pengertian Laporan

Laporan dapat diartikan sebagai pemberitahuan tentang sesuatu secara objektif.
Laporan juga bisa disebut sebagai suatu cara komunikasi di mana penulis menyampaikan informasi kepada sesorang atau suatu badan karena tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.

Fungsi Laporan

Pada umumnya laporan berfungsi untuk mengatasi masalah, mengambil keputusan yang efektif, mengetahui perkembangan suatu masalah, untuk mengetahui pengawasan dan perbaikan, menemukan teknik-teknik baru, dokumen bahan studi dan pengamatan bagi orang lain, dan sebagainya.

jenis-jenis laporan:
a. Laporan yang berbentuk formulir isian : biasanya sudah disiapkan blangko daftar isian yang diarahkan kepada tujuan yang akan disampaikan,

b. Laporan berbentuk surat laporan yang mengambil bentuk tidak berbeda jauh dengan sebuah surat biasa kecuali ada subjek yang diinginkan agar dapat diketahui oleh peneria laporan.

c. Laporan berbentuk memorandum, mirip dengan surat biasa tetapi lebih singkat dan biasanya digunakan untuk suatu laporan yang singkat dalam bagian-bagian organisasi, atau antara atasan dan bawahan dalam suatu perusahaan.

d. Laporan perkembangan dan laporan keadaan, laporan perkembangan adalah suatu macam laporan yang menyampaikan suatu perubahan, sedangkan laporan keadaan adalah menggambarkan keadaan saat laporan itu dibuat.

e. Laporan berkala, laporan ini bersifat periodik yang dibedakan berdasarkan tujuannya. dan dibuat dalam jangka waktu tertentu.

f. Laporan laboratoris, yang tujuannya adalah menyampaikan hasil percobaan yang telah dilakukan di laboratorium yang mempunyai kerangka sebagai berikut :
- halaman judul
- objek atau tujuan
- teori
- metode
- hasil yang diperoleh
- diskusi atas hasil yang telah dicapai dalam percobaan
- kesimpulan
- apendiks
- data hasil

g. Laporan formal dan semi formal. Laporan formal adalah laporan yang memenuhi persyaratan tertentu yang akan disebutkan di bawah, sedangkan nadanya bersifat impersonal yang materinya disajikan dalam suatu pola struktur tertentu seperti dalam buku-buku, sedangkan laporan semi formal dalah kebalikan dari laporan formal. Ciri-ciri yang dijadikan pegangan untuk menetapkan apakah laporan itu formal adalah :
- harus ada halaman judul
- biasanya ada surat penyerahan
- laporan formal selalu memiliki daftar isi
- ada sebuah ikhtisar yang mengawali laporan
- pendahuluan
- isi laporan
- nada yang digunakan adalah nada yang impersonal
- biasanya disertai dengan label atau angka baik yang terjalin dalam teks maupun dalam lampiran itu sendiri
- biasanya didokumentasikan secara khusus.

Langkah-langkah pembuatan laporan

Sebuah laporan akan dianggap baik atau burk apabila dilihat keberhasilan dalam memenuhi fungsinya yaitu mempengaruhi pembaca seperti yang diharapkan maka laporan harus mengandung beberapa sifat :
a. Laporan itu harus mengandung imaginasi. Imaginasi di sini mengandung makna bahwa laporan harus tepat siapa yang menerima laporan itu.

b. Laporan yang dibuat harus sempurna, yang berarti tidak boleh ada hal yang diabaikan bila hal itu diperlukan untuk memperkuat kesimpulan dalam laporan itu.

c. Laporan harus disajikan secara menarik seperti halnya orang menginginkan suatu barang bukan karena barangnya yang menarik tapi hasil yang diperoleh oleh barang yang diinginkannya itu.

Seperti halnya dengan tulisan dan karangan yang lain laporan harus mempunyai struktur yang baik, strukturnya harus mempunyai unsur-unsur di bawah ini :

- halaman judul
- surat penyerahan
- daftar isi
- ikhtisar atau abstrak
- pendahuluan
- isi laporan
- kesimpulan
- saran (rekomendasi)
- daftar lampiran (apendix)
- bibliografi

Laporan berfungsi untuk memberikan informasi kepada orang lain dari sebuah penelitian atau percobaan yang telah diselesaikan. Berdasarkan, bentuknya laporan dibagi menjadi lima, yaitu :
1. formulir
2. surat
3. makalah
4. buku
5. artikel

Tahapan-tahapan dalam penyusunan suatu laporan, antara lain :
a. Tahapan persiapan
b. Tahapan pengumpulan data
c. Tahapan pengolahan bahan
d. Tahapan penyuntingan
e. Tahapan penyajian.

Pada bagian awal laporan, lazimnya berisi sebagai berikut : sampul depan, halaman judul, kata pengantar, daftar (singkatan, lambang dan sejenisnya), daftar isi dan halaman pengesahan. Pada bagian isi terdapat pendahuluan, pembahasan atau analisis, kesimpulan dan lampiran.

Jumat, 15 Januari 2010

Mencari Nilai Terbesar Dengan C++

#include "stdio.h"
#include "conio.h"

void main()
{

int n,x,nilai,max;

printf("Masukkan Jumlah Bilangan : ");scanf("%d",&n);
for(x=1;x<=n;x++) { printf("Bilangan ke %d : ",x);scanf("%d",&nilai); if(x==1) { max=nilai; } if(max
}
printf("Bilangan terbesar = %d\n",n,max);
getch();

}